Tuesday, September 30, 2014

Menjaga Kemuliaan Perempuan

Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah…


 
Akhwatmuslimah.com – Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)” Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur’an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ?? Di bawah ini adalah kisahnya:
Dr. Zaghloul Ragheb El Naggar
Dr. Zaghloul Ragheb El Naggar
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?
Maka  menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim.
Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?”
Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ?
Mereka menjawab: Coba belah bulan, ..”
bulan_terbelah1lMaka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”  Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:  Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ….sampai akhir surat Al-Qamar.
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??”  Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia.
crack1Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah… Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.
Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!
bulan-terbelah-1Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … Maka aku pun berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

lllllllll

Tuesday, August 26, 2014

Addin

Menentang dengan kebenaran..

Sah!! PAS Tidak Bersama Lagi Pakatan Rakyat?


PKR dan DAP hanya akan mencalonkan satu nama sahaja, iaitu Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, untuk dipersembahkan kepada sultan Selangor sebagai menteri besar Selangor yang baru.



Menurut kenyataan bersama kedua-dua parti itu sebentar tadi, tindakan itu diambil sejajar dengan konvensyen pencalonan menteri besar pada 2013 dan mengambil kira titah sultan Selangor.

Ia juga mengambil kira keadaan semasa yang menyaksikan Azizah sudah mendapat sokongan majoriti sekurang-kurangnya 30 orang anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) Selangor (termasuk dirinya sendiri).

Selepas pilihan raya umum lalu, menurut PKR dan DAP, parti-parti dalam Pakatan Rakyat hanya mencalonkan Tan Sri Khalid Ibrahim sahaja walaupun istana turut meminta lebih daripada satu.

Kenyataan itu dikeluarkan oleh Setiausaha Agung PKR Datuk Saifuddin Nasution Ismail dan Setiausaha Publisiti DAP Tony Pua.

“PKR dan DAP merakamkan doa dan menjunjung kasih atas budi bicara ke bawah DYMM Tuanku Sultan Selangor,” kata mereka.

Surat daripada istana berkaitan pencalonan menteri besar tahun lalu bertarikh 7 Mei, dua hari selepas pilihan raya umum, itu turut dilampirkan dalam kenyataan media yang diedarkan.

Istana minta 4 tahun lalu

Surat itu antaranya menyebut sultan Selangor menitahkan pemimpin PAS, PKR dan DAP bermesyuarat untuk mencadangkan empat nama sebagai calon menteri besar.

Khalid petang tadi memohon meletakkan jawatan sebagai menteri besar Selangor dan sultan menangguh menerimanya sehingga penggantinya ditentukan.

Sultan Selangor juga menitahkan agar pemimpin PAS, PKR dan DAP mencadangkan lebih daripada dua nama sebagai calon layak menggantikan Khalid.

Menurut setiausaha sulit sultan, ia sejajar dengan konvensyen yang diamalkan berterusan dalam pelantikan menteri besar Selangor sebelum ini.

Pendirian PAS berhubung pencalonan mereka setakat ini masih belum jelas.

Mereka sebelum ini mencadangkan Timbalan Presiden PKR Azmin Ali di samping Azizah tetapi Pakatan akhirnya memutuskan menerima Azizah sahaja.

Mesyuarat Jawatankuasa Pusat PAS semalam bagaimanapun memutuskan menyerahkan kepada perkenan dan kebijaksanaan sultan Selangor dalam menentukan jawatan itu. ~mk

Wednesday, August 6, 2014




Agaknya itulah yang Mahathir bising ketika ini


Dilulus untuk paparan oleh memo

Analisis IsuOleh Jepiardy Semenyih

Dalam tempoh beberapa minggu lagi perintah panel arbitrasi London akan diputuskan, sama ada kerajaan Malaysia untuk sekian kalinya tewas dan di dalam kes ini Malaysia terpaksa membayar levi sebanyak lebih kurang RM2.12 bilion kepada kerajaan Singapura, ataupun keputusannya memihak kepada Malaysia agar levi yang dikenakan oleh kerajaan Singapura ini kepada Khazanah Nasional tidak perlu ditunaikan.

Akar punca kepada isu ini ialah berkaitan bekas tanah milik Keretapi Tanah Melayu (KTM) di Tanjong Pagar, Singapura. KTM yang dimiliki oleh kerajaan Malaysia telah diberi hak untuk mengurus sebidang tanah di Tanjong Pagar secara pajakan selama 999 tahun yang seluas 217 hektar melalui satu perjanjian yang telah dimeterai semenjak era kolonial British lagi.

Stesen keretapi ini menempatkan pusat kastam, imigresen dan kuarantin (CIQ) kerajaan Malaysia, justeru menjadikan para pengguna perkhidmatan keretapi ini berada di dalam zon sempadan negara yang kabur, di mana lokasi stesen itu adalah wilayah Malaysia sedangkan secara fizikalnya dikelilingi oleh Singapura.

Di dalam perjanjian berkenaan, KTM tidak dibenarkan membangunkan wilayah anugerah tersebut, dan ianya hanya boleh digunakan untuk tujuan keretapi sahaja. Oleh yang demikian, Malaysia tidak dapat mengkormesialkan wilayahnya di Singapura ini kecuali syarat pajakan tersebut diubah dengan persetujuan Singapura.

Bagi mengatasi masalah persempadanan ini, pada tahun 1998 kerajaan Singapura telah menaiktaraf stesyen keretapi Woodlands sebagai pusat CIQ yang baru, dan seterusnya mendesak KTM supaya memindahkan operasi stesyennya ke Woodlands. Sehinggalah pada tahun 2010, melalui pendekatan ‘memberi dan menerima’, kerajaan Malaysia telah bersetuju untuk memindahkan pengoperasian KTM ke Woodlands dan menyerahkan kembali stesyen keretapi Tanjong Pagar ini kepada Singapura bermula 1 Julai 2011.

Apabila operasi KTM berpindah ke Woodlands, secara automatik perjanjian yang telah dimeterai selama ini termansuh, dan kerajaan Singapura berjaya mengambil alih wilayah Malaysia ini melalui desakan undang-undang domestiknya yang bersifat kata dua kepada kerajaan Malaysia. Kerajaan Singapura sudah tentu setelah berjaya mengambil alih wilayah kabur seluas 217 hektar ini dari Malaysia, akan memajukannya dengan pelbagai lagi projek hartanah bernilai berbilion dolar.

Sebagai timbal balasnya, beberapa projek pembangunan telah dirangka untuk manfaat bersama kedua-dua negara yang mana termasuklah menubuhkan usahasama untuk membangunkan projek hartanah di empat bidang tanah di Marina South, dan dua bidang tanah lagi di Ophir Roche, dengan Malaysia mempunyai 60% pegangan saham dan Singapura pula sebanyak 40% pegangan saham. Dipercayai nilai hartanah projek usahasama ini sebenarnya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai semasa bekas tanah KTM di Tanjong Pagar jika ianya boleh dikomersialkan.

Namun kegagalan kerajaan Malaysia untuk memastikan tiada sekatan terhadap hak, untuk bagaimana Malaysia boleh memanfaatkan wilayahnya sendiri ketika memeterai perjanjian berkenaan, seharusnya menjadi pengajaran yang berguna kepada pemimpin generasi sekarang. Akan tetapi, mengapa pula di dalam terma rujukan JV ini tidak mengambil kira halangan-halangan dan muslihat terkemudian seperti levi yang menyusahkan ini? Kerajaan Malaysia berulangkali terpedaya dengan muslihat diplomatik Singapura.

Ketika Malaysia mempunyai hak yang sangat jelas untuk membina 'jambatan bengkok', keputusan ditarik semula hanya gara-gara kononnya menghormati perjanjian air 1961 dan 1962. Sedangkan Singapura dilihat dengan begitu mudah memperdayakan perjanjian pajakan 999 tahun tanah wilayah Malaysia dengan undang-undang domestik yang diperkenalkan.

Kerajaan Malaysia perlu menjadikan sejarah Thailand yang walaupun terlewat 23 tahun 'diperalatkan' oleh Singapura melalui MoU pertahanan yang dirangka sehingga membolehkan SAF secara unilateral menggunakan pangkalan udara dan ruang udara Thailand untuk kepentingan strategik Singapura di rantau Asia Tenggara ini, namun kesedaran untuk tidak selamanya dicaturkan oleh Singapura akhirnya membolehkan MoU yang tidak seimbang tersebut dinaiktarafkan supaya Thailand juga mendapat hak yang sewajarnya di dalam hubungan bilateral mereka bersama Singapura selepas ini.

Sesungguhnya sejarah telah merakamkan bahawa sesuatu transformasi hanya boleh direalitikan apabila sesebuah kerajaan mempunyai sang ketua yang berprinsip dan tegas. Pilihannya hanya dua, sang ketua berubah atau sang ketua diubah. Agaknya itulah yang Tun Dr. Mahathir bising-bisingkan ketika ini.-hd

*Penulis merupakan calon PhD tahun akhir di bidang pengajian strategi dan keselamatan, UKM.

shared Mestica's photo.

Kenyataan pemimpin HAMAS Khaled Meshaal berkenaan gencatan senjata antara Gaza dan Israel;
Kami tidak pernah menipu. kami akan sentiasa di hadapan menunaikan janji janji kami, jangan bermain-main dengan pejuang Palestin.
Isu mensasarkan orang awam, mereka Israel terlebih dahulu mensasarkan orang awam bahkan tentera komando mereka mensasarkan orang awam, manakala kami di hadapan mereka seperti benteng yang kuat.
Kami tak akan kalah depan mereka kami mempertahankan rakyat kami, syuhada kami adalah orang awam dan pembunuh nya adalah askar.
Israel hanya fikir untuk menghancurkan kami. Kami tahu Israel lebih kuat dari kami kerana mereka mempunyai kelengkapan perang yang jauh ke hadapan.
Kami tidak akan meletakkan senjata, tiada sesiapa mampu melucutkan senjata kami, dengan izin allah.
Kami beri 2 syarat untuk letakkan senjata:
1. berhentikan penjajahan,
2. kalian (Israel) lucutkan senjata.
Sesetengah menyangka itu adalah mustahil. Kerana apa ia mustahil?
Kami menolak syarat gencatan senjata yang melihat kami di kedudukan yang sama sedangkan kami ditindas dan mereka penindas.
Mereka perompak tanah air kami dan kami adalah pemilik sebenar tanah air ini.
Mata dan badan kami tak pernah lena dari menjaga bangsa yang hebat ini.
Sehingga kini syuhada Palestin seramai kira-kira 700 orang yang kebanyakan mereka adalah kanak-kanak, orang tua, dan wanita.
Netanyahu yang gagal dan kalah cuba untuk membalas dendam ke atas orang awam. Mereka memasuki Gaza dengan mata yang buta melepaskan peluru buta.
Telah berlalu 3 buah peperangan di samping penjajahan yang tak pernah berhenti.
Kami melakarkan hidup kami dari tempat kematian, kami tidak akan keluar dari tanah ini tetapi akan memanggil para pelarian kami supaya kembali ke tanah ini dan jarak masa itu semakin dekat dengan izin Allah.
Berapa banyak hospital telah mereka musnahkan, berapa banyak masjid yang telah mereka nodai, dan lebih 1,000 rumah dihancurkan secara total dan 1,500 rosak teruk.
Kami adalah korban keganasan bukan Israel yang terkorban. Wahai Ban Ki Moon dan John Kerry, yang mana kalian lebih cenderung memilih dan berpihak kepada aduan Israel.
Seperti mana kita bersedih akan kapal terbang Malaysia yang ditembak jatuh oleh pemberontak, begitu jugalah kami.
Dan aku secara peribadi sangat bersedih di atas apa yang menimpa Malaysia kerana mereka adalah saudara kami dengan rakyatnya yang mulia dan kerajaannya yang terhormat.
Kami menyeru semua kerajaan dan para pemimpin dunia agar menghentikan perang ke atas Gaza.
Kami menyeru untuk membuka pintu sempadan yang patut dimiliki oleh orang Arab. Ia digunakan untuk menghantar ubat-ubatan dan bekalan bahan-bahan mentah dari negara-negara Arab.
Wahai Ban Ki-moon Israel adalah PENJENAYAH dan bukannya rakyat kami di GAZA!
Kami adalah orang yang paling berpegang dengan janji dan gencatan senjata. Namun kami tidak akan membelakangkan tuntutan perjuangan Palestin. Kami tak akan pernah memungkirinya.
Tetapi kami tak akan tertipu dengan permainan mereka. Israel telah gagal dan cuba untuk menutup kegagalan mereka, kemudian meminta diberhentikan peperangan.
Kami bersedia untuk gencatan senjata tetapi kami hanya akan menerima sekiranya kepungan terhadap Gaza dihentikan sepenuhnya dengan JAMINAN dan bukannya cakap-cakap kosong!
Sesetengah orang mengatakan bahawa Turki dan Qatar yang menekan Israel.
Tetapi sebenarnya John Kerry yang mengarahkan mereka memujuk kami. Kami tidak melawan mereka di atas inisiatif mereka tersebut, tetapi kami menentang apa jua bentuk cubaan untuk memujuk kami dari menuntut hak kami ke atas bumi Palestin.
Kami meminta untuk dihentikan kepungan terhadap Gaza sebelum apa sahaja Perjanjian Gencatan Senjata!
Kedahsyatan perang tidak akan pernah memberhentikan kami untuk menuntut hak kami sebagai rakyat Palestin. Dunia akan menekan kamu.
Mereka mengajak kami untuk memberhentikan serangan kami. Kemudian kami mempersoalkan, apa selepas itu? Dan mereka jawab, selepas itu kita akan berunding.
Kami menolak tawaran sebegini sejak dari hari pertama perang lagi. Apakah permintaan kami? Kami telah menggariskan semua permintaan dan telah serahkan semua tuntutan kami kepada semua yang terlibat.
Tuntutan agar kepungan ini perlu berhenti dan perlu diberhentikan.
Kami, para pemimpin Hamas telah menghadapi rintangan ini dengan penuh amanah. Kami tak akan mengkhianati amanah bangsa ini semasa Ramadhan ataupun selepas Ramadhan.
Kepungan berlaku sejak 2006, kerana Hamas berjaya memenangi pilihanraya Gaza.
Kami ingin sampaikan kepada mereka bahawa tindakan mengepung sebuah bangsa yang merdeka akan membawa kepada sebuah kekuatan letupan yang dahsyat.
Kekuatan letupan itu akan terjadi di hadapan muka-muka penjajah dan muka-muka pelampau.
Bangsa kami akan meletupkan kekuatannya di hadapan muka-muka penjajah dan sesiapa pun yang menzalimi kami.
Ada pun yang menolong dan menyokong kami, kami akan kembali menyokong dan membantu mereka.
Membunuh dengan cara melaparkan dan mengepung adalah sama dengan membunuh dengan cara menembak di sisi undang-undang antarabangsa.
Kalian akan berjumpa dengan rakyat Palestin di tanah yang merdeka selepas ini.
Tentera Israel yang ditawan sebelum ini ingin kembali kepada keluarga dan ibu mereka. Begitu jugalah kami ingin melihat anak-anak dan saudara-mara kami.
Tuntutan kami semua adalah sama.
Kami sebagai sebuah bangsa yang merdeka, menuntut untuk mereka mengangkat segala sekatan dan kepungan atau kami akan terus berjuang.
Kami boleh meletakkan senjata jika tuntutan kami didengari dan ditunaikan. Tiada kata lain selain tuntutan-tuntutan tersebut.
Kami memang akan memberhentikan serangan dengan syarat kalian memenuhi tuntutan-tuntutan kami iaitu menghentikan sekatan dan kepungan ini. Kemudian barulah kami akan berunding.
Kenapa mereka tak setuju ?
Kerana terdapat tekanan dari Israel yang tidak mahu tuntutan kami ditunaikan.
Jika kalian kepung tempat kami, kami akan kepung kalian danjika kalian mengepung udara kami kami akan mengepung udara kalian. Umpama seekor nyamuk yang tahu bagaimana menyerang seekor singa, walaupun engkau bukanlah singa tidak layak dipanggil singa wahai netanyahu.
Wahai rakyat Gaza sesungguhnya kalian telah memberikan banyak pengorbanan sesungguhnya aku sangat berbangga di sisi kalian bahkan selain ku masih ramai yang ingin bersama kalian.
Saya ingin bertanya, berapa ramai lagi tentera yang Israel mahukan mereka terbunuh dan tercatat di atas bil sehingga mereka akan menghentikan kepungan ini?
Dr Khalil Al-Hayyah telah kehilangan sebahagian keluarganya, dan kami dengan segala jiwa-jiwa yang sedia berkorban kami akan berdiri di sisi kalian.
Wahai bangsaku di Tebing Barat, kalian telah memberikan banyak kesabaran namun kami meminta sedikit kesabaran lagi.
Jangan dirisau, umat akan bersama mu, kalian kan melihat semua bangsa arab dan kaum muslimin seluruh dunia akan bersamamu.
Harapan bahawa perang Gaza ini akan menyatukan kami, cumanya kesatuan ini perlu berpegang atas asas yang kuat.
Kami akan bersatu seperti mana kami pernah bersatu ketika Intifadhah kedua dahulu.
Ucapan terima kasih buat seluruh yang terlibat dan seluruh bangsa dunia yang cintakan kebebasan.
Adapun kerajaan dunia khususnya Amerika mereka perlu menukar pendirian politik mereka dan kami tidaklah berharap sangat(kerana sudah tahu) dunia akan menekan mereka satu hari nanti.
Kita akan berjumpa lagi dengan izin Allah di sebuah negara Gaza yang bebas dan merdeka dan berdaulat.
Kami akan berdepan dengan Israel dengan berperang dan dengan menggunakan undang-undang ke atas mereka.
Para pejuang kami dengan segala kemampuan dan semua fraksi mampu bersabar dan bertahan di atas penjajahan, sabar kami itu sangat panjang.. maka begitu jugalah kami akan bersabar dan bertahan dalam peperangan ini..!!

Thursday, August 29, 2013






Thursday, August 29, 2013


Bicara kemerdekaan: Shamsiah Fakeh hempas anaknya yang baru lahir ke batu?

Seorang yang mengaku sebagai bekas teman sekolahnya telah menyatakan bahawa Shamsiah telah menghempaskan anaknya ke batu setelah mengetahui suaminya menyerah diri kepada polis.

Oleh : Tengku Seligi Alpha.

Shamsiah Fakeh adalah pemimpin pergerakan Kemerdekaan dari kalangan wanita Melayu yang berjuang dengan gigih hingga ke belantara Malaya. Beliau adalah Ketua Angkatan Wanita Sedar (AWAS) yang berganding bahu dengan Angkatan Pemuda Insaf (AP!) bagi mengibarkan panji-panji perjuangan menuntut Kemerdekaan dari tangan penjajah British.

Gandingannya dengan Ahmad Boestamam, Ketua API telah membakar semangat sebilangan pemuda-pemudi Tanah Melayu mengangkat senjata menentang penjajah. Shamsiah menyertai Rejimen Ke-10 iaitu sayap Melayu Parti Komunis Malaya (PKM).
YllixMedia Network. Iklan network untuk semua blogger. Guaranteed
Homestay Tempayan Hijau Penginapan budget di Parit Buntar
Kehidupannya penuh ranjau berduri. Beberapa kali beliau sesat di hutan ketika melanjutkan perjuangan bersenjata ke arah menuntut Kemerdekaan. Perjuangannya tidak mengira tempat, sama ada di hutan maupun di pentas antarabangsa. Beliau bersama suaminya Ibrahim, bertugas di China, Indonesia dan Vietnam dalam rangka meniup semangat nasionalisme kepada penduduk Asia Tenggara yang masih di bawah penjajahan.

Shamsiah mengorbankan jiwa dan raga untuk memerdekakan Malaya mengikut caranya yang tersendiri. Selepas terpisah dari PKM, beliau terus berada di China menyambung hidup dengan bekerja di kilang besi.

Beliau sekeluarga akhirnya kembali ke Malaysia pada 23 Julai 1994, selepas termeterainya Perjanjian Damai antara PKM dengan kerajaan Malaysia dan Kerajaan Thailand yang ditandatangani di Haadyai, Thailand pada 1989. Sekembali ke tanah air, beliau bersama anak-cucunya menjalani kehidupan hari tuanya secara sederhana.

Beliau tidak pernah menyesal menentang penjajah British, tidak pernah menyesal masuk ke hutan dan menyertai Parti Komunis. Beliau bersyukur perjuangannya telah menggegarkan penjajah. Beliau percaya dan yakin generasi muda yang dapat menghayati sejarah yang benar pasti akan menemui arah tuju mereka.

Shamsiah dilahirkan pada tahun 1924 di Kampung Gemuruh kira-kira satu batu dari pekanKuala Pilah. Shamsiah merupakan puteri kepada Sutan bin Sulaiman dan Saamah bte Nonggok. Beliau menerima pendidikan di Sekolah Tinggi Islam, Pelangai, Negeri Sembilan. Shamsiah pernah berguru dengan Lebai Maadah di Pelangai. Antara rakannya ialah Ustaz Abdul Jalil Salim, Haji Abd Aziz dan Hambiah.

Sekiranya disebut nama Shamsiah Fakeh berkemungkinan ramai anak-anak muda hari ini tidak mengenalinya apalagi dapat mengaitkan beliau dalam perjuangan membebaskan tanahair. Malah nama Shamsiah bagi yang mengecam atau mengenalinya pun apabila disebut maka akan digambarkan wajah seorang pengganas atau terroris yang pernah terlibat bersama Partai Komunis Malaya PKM satu ketika dahulu sehingga mencetuskan huru-hara dalam Negara.

Bagi kita di luar, Shamsiah lebih dikenali sebagai seorang yang ganas dan jahat. Inilah gambaran yang telah diasak bertalu-talu oleh penjajah British kepada kita dan inilah yang telah kita terima dan perakui melainkan bagi mereka yang rapat atau mengenalinya dengan dekat.

Lantaran itu karya beliau yang telah diterbitkan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia berjudul Memoir Shamsiah Fakeh Dari AWAS ke Rejimen ke-10 seharusnya dapat memberikan gambaran yang kontra dari apa yang telah pihak British sajikan pada kita selama ini. Apakah versi British atau versi Shamsiah yang benar, terserahlah kepada rakyat untuk membuat perhitungan.

Langkah UKM menerbitkan buku ini seharusnya dipuji demi mendapatkan gambaran sejarah yang seimbang walaupun ada pihak yang mendesak agar karya ini diambil tindakan oleh pihak berkuasa.

Sesunggunya Parti Kebangsaan Melayu Malaya atau PKMM yang ditubuhkan pada tahun 1945 di Ipoh merupakan satu-satunya parti politik Melayu yang terawal ditubuhkan di tanahair. Ia berfahaman kebangsaan progresif dan kemudiannya melahirkan sayap-sayap lain yang bersifat kiri umpamanya API atau Angkatan Pemuda Insaf yang diketuai Ahmad Boestamam dan AWAS ataupun Angkatan Wanita Sedar yang diketuai oleh Shamsiah.

Memoir Shamsiah ini menghuraikan darihal penglibatan beliau dalam PKMM melalui AWAS dan pendedahan awal beliau terhadap gerakan politik tanahair.

Sesuatu yang menarik dalam bukunya adalah apabila Shamsiah mendedahkan darihal perkahwinannya dengan Ahmad Boestamam. Shamsiah menurut Memoirnya berkahwin sebanyak 5 kali dan perkahwinannya dengan Ibrahim Mohamad adalah yang terakhir baginya.

Boestamam tidak pernah menulis darihal perkahwinan ini dalam mana-mana karya beliau. Menurut Shamsiah perkahwinannya dengan Boestamam terganggu dengan penahanan Boestamam oleh kerajaan penjajah British pada April 1947.

Dalam hal ini Shamsiah menyatakan betapa Boestamam telah diheret ke mahkamah atas pertuduhan menghasut melalui karya panas beliau Testamen API yang telah diharamkan oleh pihak penjajah. Boetamam telah didapati bersalah dan kemudiannya didenda seribu dua ratus ringgit ataupun 9 bulan penjara. Boestamam telah membayar denda tersebut dan kemudiannya telah dibebaskan.

Menurut seorang bekas pegawai Polis yang pernah berkhidmat dengan Cawangan Khas Shamsiah sebenarnya telah mendesak Boestamam agar tidak membayar saman tersebut kerana tindakan itu akan dikira sebagai tunduk kepada British sedangkan mereka berjuang menentang British.

Namun Boestamam memikirkan yang beliau lebih penting berada diluar dari dibelenggu di penjara maka keputusan Boestamam membayar denda itulah sebenarnya yang telah mencetuskan penceraian mereka kerana Shamsiah tidak dapat menerimanya. Namun dalam memoirnya Shamsiah tidak menyatakan demikian.

Apabila penjajah British mula mengekang gerakan politik Melayu yang dianggap ekstrim dan kiri, Shamsiah dan rakan-rakannya mula terasa tertekan. Penahanan Boestamam dan ramai lagi mengakibatkan API dan badan-badan gerakan kebangsaan lain kemudiannya diharamkan dan lumpuh kecuali Umno.

Umno tidak diambil tindakan dan tidak seorang pun ahlinya ditahan oleh kerena menurut Shamsiah jelas parti tersebut pro penjajah malah bekerjasama pula dengan penjajah untuk menekan dan menindas golongan yang dikatakan kiri.

Akibat daripada tekanan pihak penjajah yang berterusan inilah akhirnya Shamsiah membuat keputusan menurut jejak langkah rakan-rakan seperjuangannya untuk lari masuk ke hutan dan meneruskan perjuangan bersenjata dari sana.

Shamsiah yakin dengan tindakan ini malah kepada soalan mengapa perlu masuk hutan Shamsiah menyatakan:
"Bagi orang-orang yang memperjuangkan Kemerdekaan maka tidak ada pilihan lain lagi melainkan berjuang mengangkat senjata untuk menggulingkan penjajah apabila jalan damai sudah ditutup. Bukan kita yang menutupnya tetapi penjajah British."

Sememangnya perjuangan melalui PKMM dan AWAS merupakan perjuangan demokratik secara terbuka. Namun pihak British tidak pernah selesa dengan tindak-tanduk mereka, lantaran itu pengharaman badan-badan siasah ini bagi Shamsiah dan rakan-rakan merupakan isyarat bahawa berakhirlah perjuangan melalui lunas demokrasi dan bermulalah perjuangan melalui angkat senjata.

Dalam hal ini Shamsiah menulis:
"Situasi ketika itu sudah mulai tegang. Kami telah diperintahkan masuk hutan di kawasan Lubuk Kawah. Aku pun masuk hutan dan bermulalah era aku berjuang mengangkat senjata. Semangat cintakan tanahair dan Kemerdekaan serta kesetiaan kepada perjuangan telah mebuat aku teguh dan sanggup masuk hutan. Yang penting ialah mencapai Kemerdekaan. Pada fikiranku setelah Merdeka maka segala-galanya akan dapat diselesaikan."

Shamsiah seorang yang tidak biasa dengan keadaan hidup di hutan. Dalam memoirnya dicatakan kesukaran beliau ketika berada di sana dan pernah 3 kali sesat dalam hutan berseorangan. Pernah setelah diserang hendap beliau bertempiaran lari pada awalnya berseorangan tetapi setelah menyedari telah kemudian terpaksa mengendong bayinya yang baru lahir, lari merentasi hutan dengan cuma pakaian tidur tanpa senjata. Hutan inilah akhirnya mendewasakan Shamsiah dan memantapkan lagi pegangan beliau terhadap perjuangannya.

Bayi inilah kemudiannya telah dibunuh oleh anggota PKM sendiri tanpa pengetahuan Shamsiah kerana bimbangkan kehadirannya akan menyusahkan pergerakan mereka. Dalam Memoirnya Shamsiah mencatatkan betapa sedihnya beliau apabila mengetahui keadaan yang sebenarnya namun menerima keputusannya sebagai takdir Allah swt.

Cuma yang beliau kesalkan adalah apabila bekas Pengerusi PKM Musa Ahmad pernah semasa wawancara di RTM pada tahun 1981 menyatakan bahawa Shamsiah telah mencampakkan sendiri anaknya ke sungai untuk mati.

Dan dalam Utusan Malaysia pada tahun 1987 seorang yang mengaku sebagai bekas teman sekolahnya telah menyatakan bahawa Shamsiah telah menghempaskan anaknya ke batu setelah mengetahui suaminya menyerah diri kepada polis. Kedua-dua kenyataan tersebut adalah bohong dan dusta menurut Shamsiah.

Ketika berhadapan dengan British dan tentera tempatan yang ditaja mereka Shamsiah telah berjuang habis-habisan dari hutan. Mengapa PKM menentang askar Melayu ketika itu, menurut Shamsiah:

Dalam perang adil dan tak adil memang sukar dielakkan pertumpahan darah. Barangsiapa yang berdiri di pihak penjajah dengan bersenjata sudah tentu akan dibalas, itu salah mereka kerana berdiri di pihak penjajah.

Kata Shamsiah ketika itu mereka sebenarnya bukan pengganas, mereka berjuang untuk membebaskan Negara untuk memerdekakan Negara. Pengganas yang sebenarnya adalah British kerana mereka menentang usaha ini dan bertindak membakar rumah rakyat dan tenteranya telah memperkosa ramai wanita Melayu di kampung-kampung.Namun setelah kemerdekaan Negara pada tahun 1957 PKM terus mengangkat senjata menentang kerajaan Malaya merdeka.

Ini dilakukan menurut Shamsiah kerana:
Perang rakyat Malaya yang pada mulanya melawan penjajah British telah berubah menjadi perang dalam negeri sesudah merdeka. Ini adalah perang saudara iaitu perang rakyat Malaya melawan rakyat Malaya. Di sinilah letak persoalannya.

Tentera Pembebasan Nasional Malaya diubah menjadi Tentera Rakyat Malaya.
Seterusnya dari hutan pada tahun 1956 Shamsiah berhijrah dengan suaminya Ibrahim Mohamad ke China, dihantar oleh PKM untuk belajar. Pasangan ini terus berada di sana dan memegang berbagai peranan termasuklah bertugas bagi siaran Melayu Radio Beijing antarabangsa.

Pada tahun 1965 mereka ditugaskan ke Indonesia yang ketika itu mengamalkan NASAKOM iaitu Nasionalisma, Sosialisma dan Komunisma sebagai ideologi kebangsaan di bawah Soekarno. Kehadiran Shamsiah adalah untuk kemudiannya menubuhkan pejabat perwakilan Liga Pembebasan Nasional Malaya di Indonesia.

Mereka bebas beroperasi sehinggalah tercetusnya ketegangan di Jakarta apabila berlaku rampasan kuasa tentera dan Suharto mengambil-alih kuasa pemerintahan. Beliau dan rakan-rakannya ditangkap oleh penguasa Indonesia pada tahun 1965 sehinggalah dibebaskan pada tahun 1967 dengan bantuan kedutaan Vietnam. Dan dari sana beliau diterbangkan ke Vietnam dan kemudian kembali ke China.

Shamsiah kemudiannya menghadapi situasi pergolakan dalam PKM sehinggalah beliau dan suaminya dipecat dari parti yang mereka anggotai itu lalu menjadi rakyat biasa di China sehinggalah berjaya pulang ke tanahair pada tahun 1994 atas keizinan kerajaan Malaysia. Kepulangannya menjadi mungkin ekoran perjanjian perdamaian antara kerajaan Malaysia dan PKM pada tahun 1989 yang bagi beliau menandakan tamatnya permusuhan 41 tahun kedua-dua pihak.

Namun sebagai seorang pejuang tulen, bagi Shamsiah perjanjian itu bukan bermakna pihak kerajaan telah menang di medan perang. Ianya lebih merupakan kejayaan kedua-dua pihak di meja perundingan yang sebelum ini tidak pernah diiktiraf oleh kerajaan sejak perjumpaan di Baling gagal.

Bagi Shamsiah beliau adalah pejuang kemerdekaan Negara walaupun tidak diiktiraf demikian oleh kerajaan. Sumbangan beliau dan rakan-rakannya akan tetap berada di lipatan sejarah walaupun cuba dinafikan oleh pihak-pihak tertentu. Secara kesimpulannya untuk memahami perjuangan Shamsiah ini saya petik sebaris perenggan pada prakata Memoirnya:

"Sebenarnya aku bukanlah pemimpin wanita Parti Komunis Malaya atau seorang tokoh wanita yang terkemuka. Aku hanya seorang pejuang wanita yang berjuang melawan British untuk kemerdekaan tanahair dan untuk emansipasi (kebebasan) wanita."

Sesungguhnya Memoir ini telah Shamsiah gunakan sebaik mungkin untuk membersihkan segala persepsi jahat terhadap beliau. Malah beliau merakamkan:

"Sebenarnya anggota Polis dan tentera memang tak perlu berdendam dengan aku kerana sepucuk pistol dan sebutir bom tangan yang aku pakai dalam hutan dahulu itu tidak pernah meletup dan tak sebutir peluru pun yang membunuh polis atau tentera kerajaan. Sebaliknya akulah yang terkena hujan peluru mereka."

Sejauh manakah ianya dapat diterima terpulanglah kepada para pembaca sekalian. Tak kenal maka tak cinta kata pepatah kita, apakah ianya benar dalam kes Shamsiah?


Sumber: http://cenangau.blogspot.com/2013/08/merdeka-shamsiah-fakeh-komunis-kejam.html#ixzz2dQhBRxzA